Senin, 11 November 2013

Ubud, Gianyar, Bali

Ubud Matahari Tenggelam
Peta Ubud
Ubud adalah sebuah kota seni, sejuk dan tempat peristirahatan yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali

Ubud terkenal di antara para wisatawan mancanegara karena lokasi ini terletak di antara sawah dan hutan yang terletak di antara jurang-jurang bukit yang membuat alamnya sangat indah. 

Amat terlihat sangat jelas pola-pola terasering ala Bali yang sudah menjadi kebanggan masyarakat Bali ini.

Terakhir kali saya ke Ubud (bukan untuk terakhir kalinya yaa) sempet juga ngambil beberapa gambar. Kebetulan waktu itu emang janjian mau bersepedaan (Gowes kerennya) keliling2 Ubud. Kita start dari tempat penyewaan sepeda di deket Puri Ubud trus ke Selatan -Timur - Utara -Bla - Bla -Bla.. Pokoknya kita sudah bawa raja gianyarnya, jadi aman bagi kita untuk berpergian.

Yak, ini perkenalkan 13 orang penjelajah: Ade, Novie, Tatak, Gung Mirah, Gek Indah, Surya, Ecik, Bodhi, Yudian, Gek Cika, Hendi, Manik, dan Saya (baca: Dhanan)





  
 


  
 

Keren ya :D susah tu motonya.. Sambil ngontrol sepeda pake tangan kanan, motonya pake tangan kiri.. Unlock camera nya aja pake dagu karna gak bisa lepas tangan duanya -_-
Tapi bukan masalah :P
Yang jadi masalahnya itu adalah selesai dari Gowes-nya ini.. Temen-temen pada ngeluh paha sakit, lutut goyang, tumit bergetar.. wakaka
So, ya sama :|
Oke Thanks telah menengok :D

Minggu, 10 November 2013

Tanah Lot, Tabanan, Bali

Terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan (Kata Wiki)

Untuk temen-emen pelancong, Tanah Lot bisa menjadi salah satu alternatif untuk menikmati matahari tenggelam (Sunset) di Bali selain di Pantai Kuta.  

Letaknya Tanah Lot sendiri berada di bagian Barat kaki Pulau Bali. jadi sangat pas saat kita menghadap ke laut Eh ada matahari tenggelem..wkwk

Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Kalau ingin berkunjung kemari mending sebelum pasang wakaka. Karna pengalaman temen sewaktu berkunjung kemari mau sembahyang, malah nda jadi sembahyang karna air lautnya udah pasang. Tapi kalau lagi surutnya... Wihhh... Pemandangannya pol dehh..

Ini saya ada beberapa gambar yang udah tak "potret-potret".. Semoga bisa jadi tujuan wisata selanjutnya bagi para pelancong. :D

 
 
 
Adik Wibi

 

Legenda
Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana.
Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben ‘akhirnya’ menjadi pengikut Danghyang Nirartha.



(http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_Lot)
(http://astrobali.com/2010/03/tanah-lot-objek-wisata-di-tabanan-bali.html )

Jumat, 25 Oktober 2013

Kuburan Trunyan, Bali


Ini dia Desa Trunyan!! Mari kita start dari penjelasan para sumber dahulu::
Masyarakat Trunyan mempunyai tradisi pemakaman dimana jenazah dimakamkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. Jenazah hanya di pagari bambu anyam. Trus kita bisa memandangi mayat-mayat tersebut dari luar.
Adat Desa Terunyan mengatur tata cara menguburkan mayat bagi warganya. Di desa ini ada tiga kuburan (sema) yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Apabila salah seorang warga Trunyan meninggal secara wajar, mayatnya akan ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. Namun, apabila penyebab kematiannya tidak wajar, seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, mayatnya akan diletakan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Sedangkan untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah, akan diletakan di Sema Muda.

Tanggal 24 Oktober 2013 kemarin saya sempet kesana bareng temen2.. Temen kita - Komang Dianto sebagai juru perjalanan untuk kesana. Kampungnya di Desa Songan, masih ttetangga sama Desa Trunya. Untuk ke Desanya sendiri kita menggunakan kendaraan pribadi. Jalurnya itu mepet-mepet gitu. Kalo diinget-inget, dikiri langsung Danau Batur dikanan langsung Gunung Abang. Naik-turun naik-turun. Kiri jatuh - kanan nabrak ahaha..

Ok, Check check!
Kalo ini fotonya dpt dr om google.. kalo lg ndak rame ya beginilah~

Penjelasan mengapa mayat yang diletakan dengan rapi di sema itu tidak menimbulkan bau padahal secara alamiah, tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut ini disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut (Wiki)


Foto bareng temen2 sebelum
Foto bareng temen2 sesudah *becanda haha*





Ini tulang belulang yang selain tengkorak kepala.. Keadaan tulangnya begitu mengenaskan, tidak dirawat atau dirapikan sedikit gitu. Semoga pemerintah mau turun tangan untuk menangani masalah ini..


Nah yang ini tengkorak kepalanya.. Ceritanya, setelah mayat di sangkar tadi, lalu bila ada mayat baru, mayat yang ada di urutan paling duluan, kalo dah kering di pindah ke deretan tulang-tulang di atas itu dah.. tp kepalanya aja :|
Kita di ijinin buat megang kepalanya dengan format perijinan: "Yang punya kepala saya minta ijin ya saya mau pinjem kepalanya pake fotoan.. ". haha.. Buktinya itu ada fotoku lagi megang kepala itu.. Uda ijin kok qiqi.. Keren ya..:D Tapi ngeri itu sebenernya..:|

Kamis, 21 Februari 2013

Fakultas Kelautan dan Perikanan

Sudah 50th Universitas Udayana berkarya dalam kebesarannya. Banyak hal yang telah dibangun oleh universitas nomor wahid di Bali ini. Saya bangga pula menjadi salah satu bagian di dalamnya dengan status sebagai mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan.

HIDUP MAHASISWA INDONESIA!!!

Haha, ya itulah beberapa basa-basi gagah ala mahasiswa. Beberapa orang menggebu-gebu mengucapkannya sampai ada yang nangis-nangis gitu ngucapinnya -_-
Post kali ini aku mau bagi-bagi informasi tentang kampus ku ini. Kampus baru yang di kemudian hari akan menjadi besar sebesar lautan yang membentang di jagat raya ini. FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

Sedikit sejarah bahwa sampai saat ini FKP masih menjadi fakultas paling muda di Universitas Udayana. Lahir tanggal 10 Oktober 2011atas keputusan bapak rektor sekaligus menjabat sebagai dekan fakultas ini. Bapak rektor amat optimis dengan perkembangan fakultas baru ini!


Banyak hal yang harus dimengerti orang-orang dari fakultas yang orientasinya ke arah laut ini. Begitu besarnya bangsa kita tapi seakan lupa dengan lautan yang ada selangkah didepan mata. Tenang, kita tidak akan melahirkan nelayan-nelayan kok dari fakultas ini (hehe).. Kita lulus sebagai seorang pengabdi masyarakat, orang yang mampu meningkatkan kesejahteraan orang lain-kayak dokter gitu lah tapi kita dari sakit fisik sampe sakit hati kita atasi hehehe, gimana... mulia banget kan :)) hanya saja pengabdi masyarakat kini dispesifikkan ke arah pesisir dan laut. Seorang pengabdi masyarakat haruslah berintelektual, memiliki keahlian dan tidak hanya kritis saja tetapi juga harus bersolusi. Masalah nelayan (karakter utama) tidak bisa diselesaikan secara teori saja, kita harus turun dan ikut hanyut dalam masalahnya untuk bisa memberikan solusi..

Sampai saat ini program studi yang dibuka oleh FKP sebanyak 2, yaitu:
1. Ilmu Kelautan, merupakan prodi yang paling menjurus kearah ilmu pengetahuan dan teknologi serta ilmu pengetahuan alam. Dari jasad renik-padang lamun-koral-sampai ikan pada lautan terdalam kita bahas. Jadi prodi ini sangat cocok untuk anak IPA ya :))
2. Manajemen Sumberdaya Perairan, merupakan prodi yang berurusan dengan bagaimana cara kita membudayakan ikan agar perkembangannya efektif, bagaimana agar kita mempunyai sumberdaya itu dari bibit sampai ke tangan konsumen.

Lanjut, semester 3 mahasiswa diberikan kesempatan utk memilih antara kedua prodi itu untuk diperdalam masing-masingnya. Semester 1 dan 2 diberikan matakuliah dasar sebagai penunjang dan penginspirasi prodi yang akan dipilih..

Entah Ilmu Kelautan atau Manajemen Sumberdaya Perairan keduanya sama baiknya, sisanya hanya dari diri kalian dan kita sendiri.. (tepuk-tangan*\(^_^/*)

Jika mau ngobrol seputar FKP, bisa hubungi 087860093346
atau email: agungdhananjaya@yahoo.co.id
http://www.fkp.unud.ac.id/
Salam BPM

Senin, 14 Januari 2013

Neh comot aja deh..



  • EKOSISTEM WILAYAH PESISIR DAN LAUT
Garis pantai 81rb dan luas laut 3,1jt km
Pantai adalah mintakat atau zona antara tepian perairan laut pada pasang rendah sampai ke batas efektif pengaruh gelombang kearah daratan. 6 (enam) tipe pantai: Pantai berupa dataran dengan kondisi geologi endapan aluvial, berelief datar sampai bergelombang, dengan karakter pantai berpasir hitam, Pantai berelief tinggi berbatuan produk gunung berapi dan bertebing curam dengan ketinggian tebing lebih dari 10 meter, Pantai bertebing curam berbatuan gamping dicirikan dengan dinding pantai terjal yang langsung berhubungan dengan laut, Pantai berupa dataran landai bersedimen pasir putih yang berhubungan dengan terumbu karang, Pantai dengan kondisi geologi berupa endapan aluvial, dengan relief rendah sampai sedang dan berbatuan berupa kerikil sampai bongkah, Pantai bermangrove, dicirikan oleh vegetasi mangrove dan asosiasinya serta berupa endapan aluvial berlumpur.
garis pantai adalah garis dimana daratan dan air bertemu yang posisinya berubah-ubah sesuai dengan kondisi muka air akibat pasang surut
Ekosistem perairan pesisir dan lautan (marine and coastal eaquatic ecosystem) secara umum dikelompokkan menjadi dua yaitu :
a)      Ekosistem perairan payau/estuaria (brakhiswater/estuarine ecosystem), meliputi : laguna pantai, muara sungai dan ekositem mangrove
b)      Ekosistem perairan asin/laut (saltwater/marine ecosystem), yaitu : perairan pantai (inshore) dan lepas pantai (offshore).
fungsional ekosistem perairan pesisir dan lautan (marine and coastal ecosystem ) yang meliputi :
Ekosistem perairan pesisir dan lautan (marine and coastal ecosystem ) sebagai penyedia sumberdaya alam, sebagai penyedia jasa-jasa pendukung kehidupan, sebagai penyedia jasa-jasa kenyamanan dan sebagai tempat pembuangan dan penampungan limbah (padat & cair).
Penggunaan pantai:
a)   Objek dan Daya Tarik Wisata
b)   Perikanan
c)      Pelabuhan
d)   Aktivitas Budaya (Keagamaan)
Wilayah pesisir adalah daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan di darat dan laut.
Ekosistem pesisir adalah kesatuan komunitas tumbuh-tumbuhan, hewan, organisme dan non organisme lain serta proses yang menghubungkannya dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas di wilayah pesisir

  • TERUMBU KARANG
Nelayan pada umumnya menggunakan istilah terumbu sebagai batuan “submarine” dimana ikan-ikan biasanya bergerombol dan dapat menyangkutkan jaring.
Nelayan pada umumnya menggunakan istilah terumbu sebagai batuan “submarine” dimana ikan-ikan biasanya bergerombol dan dapat menyangkutkan jaring.
Klasifikasi terumbu karang:
a)      Karang tepi (fringing reef), yaitu terumbu karang yang berkembang sepanjang dan dekat pantai. Tipe ini melindungi garis pantai dan lingkungan pantai dari abrasi karena dapat menahan serangan gelombang yang menghantam  pantai
b)      Terumbu penghalang (barrier reef), yaitu terumbu  karang yang berkembang  sejajar  garis pantai tetapi terletak dengan membentuk jarak dengan pantai dan di antaranya terdapat laguna
c)      Terumbu cincin (atoll), yaitu terumbu karang yang berbentuk cincin (lingkaran) yang mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik yang tenggelam  sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan
Manfaat ekosistem terumbu karang yang langsung adalah habitat bagi sumberdaya ikan, batu karang, pariwisata, wahana penelitian dan pemanfaatan biota lainnya.  Sedangkan termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah seperti fungsi terumbu karang sebagai penahan abrasi pantai, keanekaragaman hayati & cadangan plasma nutfah dan lain sebagainya.
Faktor-faktor alam yang menjadi ancaman terhadap terumbu karang antara lain badai gelombang, pemanasan global dan predator karang dan erosi tanah.  Sedangkan ancaman oleh aktivitas manusia berupa ancaman langsung dan tidak langsung serta sumbernya dapat berasal dari aktivitas di daratan dan aktivitas di pesisir dan lautan. Buruknya pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), pertanian, reklamasi, lahan, penambangan pasir,  kekeruhan, pengelolaan sampah, daerah pemukiman padat dan industry, Sampah plastik yang masuk ke laut dapat mematikan karang karena menutupi karang secara langsung.  yaitu kegiatan pemanfaatan sumberdaya ekosistem terumbu karang dengan cara-cara yang tidak benar, bom, pengambilan batu karang, penyelaman, boat.
  • PADANG LAMUN
Lamun adalah tumbuhan berbunga berbiji satu yang hidup di laut dangkal, mempunyai akar rimpang, daun, bunga dan buah, serta berkembang biak secara generatif dan vegetatif. Jadi lamun sangat berbeda dengan rumput laut yang tidak memiliki akar, batang dan daun yang jelas
Berfungsi sbg tempat berlindung, memijah, mencari makan, menstabilkan sedimen, menahan erosi
  • MANGROVE
Mangrove merupakan komunitas  tumbuhan berkayu yang toleran terhadap air asin yang tumbuh terutama sepanjang daerah pantai terlindung, khususnya sepanjang teluk atau di dalam estuaria atau laguna. Ekosistem mangrove juga merupakan daerah asuhan (nursery ground) dan pemijahan (spawning ground) beberapa jenis biota perairan seperti udang, ikan dan kerang-kerangan serta sebagai sanctuary kehidupan liar. produk yaitu kayu, bahan pewarna, makanan, madu, obat-obatan, kosmetika. pariwisata, fisiknya, ekosistem mangrove berperan menjebak dan menahan sedimen, meredam badai pantai dan energi gelombang, kontrol  terhadap erosi, menetralisasi limbah cair sehingga melindungi laut dari pencemaran.
Karakteristik hutan mangrove:
1.      Merupakan daerah ekoton (peralihan) antara ekosistem daratan/hutan dan ekosistem perairan estuaria/laut.  
2.      Umumnya tumbuh pada daerah intertidal, jenis tanah berlumpur, berlempung atau berpasir
3.      Daerah tergenang air laut, dengan tenaga pasang surut (tergantung frekuensi dan tingkat delusi)
4.      Menerima pasukan air tawar cukup   Terlindung dari gelombang dan arus yang kuat
5.      Salinitas 2-38 permil, pada kisaran salinitas air payau hinggaair asin.


Tipologi mangrove:
1.      Kelompok mayor, adalah komunitas yang mempunyai karateristik morfologis seperti sistem perakaran udara (aerial root) dan mekanisme fisologis dan adaptasi khusus, terpisah secara taksonomi  dari hubungan tumbuhan daratan dan hanya terjadi di hutan mangrove serta membentuk tegakan murni, tidak pernah meluas ke dalam daratan.
2.      Kelompok minor, adalah kelompok ini tidak termasuk elemen yang menonjol (minor) dari tegakan murni di sekeliling habitatnya.
3.      Kelompok asosiasi, adalah kelompok yang jarang dijumpai di dalam komunitas mangrove yang sebenarnya dan dominan ke arah daratan.

System akar (adaptasi):
1.      Tipe cakar ayam yang mempunyai pneumatophora, terutama pada jenis Avicennia spp, dan Sonneratia spp. Untuk mengambil oksisgen di udara dan menyimpannya.
2.      Tipe tiang penyangga/tongkat yang mempunyai lentisel pada kelompok Rhizophoraceae (Rhizophora spp)
3.      Tipe akar lutut (knee root), sistem perakaran dengan munculnya tonjolan ke permukaan tanah seperti lutut, pada jenis Bruguiera spp.
4.      Tipe akar papan/banir (plank root), akar yang berkembang melebar seperti papan untuk memperluas permukaan sentuhan dengan udara, contohnya pada Xylocarpus granantum, dan Ceriop spp.

Terhadap kadar garam tinggi
1.      Memiliki sel-sel khusus pada daun yang berfungsi fisiologi mengatur keseimbangan garam, baik menyimpan atau mengsekresikan.
2.      Berdaun tebal dan kuat, ada jaringan untuk   penyimpan air.
3.      Daunnya memiliki struktur stomata khusus untuk mengurangi laju evaporasi.

Terhadap tanah labil
dengan mengembangkan struktur akar  yang sangat ekstensif dan membentuk  jaringan     horizontal.